
Dari sekian banyak postingan ku, kali ini aku ingin membagi sedikit cerita tentang kehidupanku. Well, aku adalah satu di antara sekian banyak anak yang ditinggal oleh orang tua karena kehendak ILLAHI. Namun Alhamdulillah hal itu tak membuat semangat ku pudar untuk menjadi seseorang yang sukses di masa depan. Bahkan sebaliknya, meskipun papah dan mamah telah berpulang, aku tetap ingin melihat mereka bangga akan ku di atas sana. Selain sukses, tentu saja aku pun berharap aku termasuk anak yang shaleh untuk kedua orang tuaku.
Alhamdulillah, Allah selalu memudahkan ku untuk hal pendidikan. Dan oleh karena itulah aku tidak akan pernah menyia-nyiakn itu. Salah satunya, dulu di saat aku masih duduk di bangku SMP, aku di berikan les secara cuma-cuma oleh salah satu guru di sekolahku. Elisabeth Syen, atau biasa di panggil Ibu Syen. Beliau adalah satu di antara sekian banyak guru yang BENAR-BENAR GURU buatku. Maksudnya, beliau lah yang selalu ingin melihat aku rajin datang untuk pergi les guna mendapatkan ilmu dari beliau. Yang beliau tuntut dari ku bukanlah uang les, melainkan AKU HARUS BISA DAN PANDAI.
Alhamdulillah, kerja keras beliau dan aku membuahkan hasil dan membuatku masuk di SMA yang favorit di kota tempat tinggal ku. Dan Allah, tidak berhenti membantu ku untuk hal pendidikan. Saat ini aku duduk di bangku kelas XII. Masa terakhir di SMA dan inyaAllah tahun depan aku akan kuliah. Selama SMA, aku mengikuti les dengan salah satu mantan guru Don Bosco. Beliau bernama Pak Hendra. Dan sama halnya dengan bu syen, beliau tidak menuntut uang dariku, melainkan aku harus jadi orang yang berhasil nanti. Kebetulan, memang Ibu Syen dan Pak Hendra ini berteman. Dan aku pun mengenal Pak Hendra dari Bu Syen.
Hal paling mengagetkan bagiku saat ini adalah…
Beberapa hari yang lalu, aku masih mengikuti les dengan Pak Hendra.
Terharu, bahagia, bahwa Bapak itu bernita untuk membantu biaya kuliah ku nanti.
Kebetulan, ia menginginkan ku untuk kuliah di luar kota tempat tinggal ku. Tentu saja aku tidak bisa memenuhi hal itu karena aku tidak bisa meninggalkan adik-adikku. [Mereka membutuhkan ku].
Setelah penjelasan panjang lebar, akhirnya Pak Hendra mengerti.
Selama ini Alhamdulillah aku hidup dengan cukup. Tentu saja semua ini tak lepas dari bantuan saudara-saudara terdekatku. Aku berusaha untuk tidak menggunakan biaya yang di tawarkan Pak Hendra karena aku yakin masih banyak teman-teman lain yang betul-betul membutuhkan.
Subhanallah Ya Allah.
Aku begitu menangis bahagia, saat mendengar tawaran itu.
Kebaikan luar biasa yang jarang di temukan dari guru
Ibu syen,
Pak Hendra,
Beribu-ribu terima kasih yang saat ini bisa aku ucapkan
Aku akan buktikan aku BISA
Dan aku akan menjadi seseorang yang berhasil
Seperti apa yang kalian harapkan terhadapku..
Ya Allah,
Berikanlah aku kemudahan,
Kelapangan hati,
Dalam menerima pelajaran,’
Hingga aku bisa mencapai tujuan yang ingin ku capai..
Amin Ya Rabbal’alamin
Sangat bertolak belakang dengan postingan ku di bawah, guru yang aku certitak di postingan ini adalah guru yang sangat aku banggakan.Beliau adalah guru lesku. Beliau lah yang telah banyak membantu ku dalam belajar.
Sedih sekali rasanya mendapati sekolah kita hancur.
Seperti harapan dalam hati,